ANTARA - Sebanyak 1.840 guru di berbagai wilayah di Jawa Tengah dinyatakan tidak lolos dalam pelaksanaan uji kompetensi awal (UKA) yang menjadi tahapan awal proses sertifikasi guru.



Penanggung Jawab UKA Jateng Tartib Supriyadi, di Semarang, Senin, mengatakan peserta UKA yang dinyatakan tidak lulus tersebut kalau dipersentase sebesar 4,94 persen dari total guru peserta UKA di Jateng.

Pelaksanaan UKA, kata dia, merupakan tahap awal proses sertifikasi guru, sebab peserta yang dinyatakan lolos UKA berhak untuk mengikuti sertifikasi dengan model pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG).

Ia menyebutkan, total peserta UKA di Jateng mencapai 37.211 guru, dan yang dinyatakan lulus sebanyak 35.371 guru, sedangkan yang dinyatakan tidak lulus 1.840 guru yang harus mengulang pada tahun depan.

Peserta UKA di Jateng yang tidak lulus itu, kata dia, tersebar di 35 kabupaten/kota yang ditentukan dengan penilaian pusat. Panitia pusat melakukan pemeringkatan berdasarkan nilai yang diperoleh peserta.

"Hasil kelulusan UKA sebenarnya telah diumumkan pada 22 Maret lalu secara 'online', namun pengumuman tersebut sebenarnya sempat mengalami kemunduran dua hari dari waktu yang sebelumnya ditentukan," katanya.

Tartib yang juga Kepala Bidang Pemetaan Mutu dan Supervisi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jateng itu menyebutkan, untuk wilayah Jateng ada tiga kabupaten/kota yang meraih nilai di atas rata-rata nasional yakni Kota Solo, Kota Magelang, dan Kabupaten Banyumas.





Editor : M Hari Atmoko


Komentar Pembaca

Kirim Komentar
- Komentar akan ditampilkan setelah mendapat persetujuan dari pengelola
- Semua komentar menjadi tanggung jawab pengirim
Nama  
Email  
Komentar
 

Masukkan karakter yang terdapat pada gambar